Yang kedua, banyaknya speed bump atau polisi tidur di jalan-jalan. Di kota kecil seperti Ponorogo ini, jalanan bulan melulu milik pengendara motor. Pejalan kaki dan anak-anak kecil juga kadang bermain di jalan-jalan kampung. Sehingga banyak speed bump atau polisi tidur yang dipasang di jalan, terutama di jalan-jalan kecil yang melintasi perkampungan agar pengendara motor dan mobil tidak ngebut dan membahayakan pejalan kaki. Namun karena sekali lagi yang saya kendarai adalah Honda BeAT, keberadaan speed bump ini menjadi sangat mengganggu. Selain suspensi yang agak keras, Ground Clearance Honda BeAT ini juga sangat rendah sehingga rentan mentok jika polisi tidur yang dibuat agak tinggi.
Yang ketiga, Lampu penerangan jalan yang kurang. Bagi pengendara Honda BeAT seperti saya, lampu penerangan jalan sangat berarti saat berkendara malam. Ya maklum saja, lampu bawaan motor matic buatan sebelum 2020 ini seirit konsumsi bahan bakarnya alias agak redup sebab masih menggunakan bohlam pijar belum menggunakan lampu LED.
Jadi kesimpulannya, jika anda pengendara Honda BeAT ada baiknya anda berkendara dengan nyantai di Ponorogo. Meskipun kadang akseselasinya yang cukup kuat dan kelincahannya membuat anda ingin ngebut di jalanan yang cukup ramai, sebaiknya jangan lakukan. Selain nggak enak hati dengan pengendara NMax atau PCX, jika anda ngebut kenyamanan berkendara anda akan hilang seketika karena jalanan yang bergelombang dan berlubang.




